Selasa, 04 September 2018

Maba Ucapkan Ikrar dihadapan Rektor

IAIN Parepare--- Upacara penerimaan mahasiswa baru (Maba) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tahun akademik 2018/2019 digelar di pelataran gedung Perpustakaan IAIN Parepare (03/09).



Kegiatan dihadiri segenap civitas akademika IAIN Parepare. Sebanyak 1.845 mahasiswa baru resmi diterima pada upacara tersebut. Ditandai dengan pemakaian secara simbolik almamater IAIN Parepare yang kini telah berubah menjadi hijau tousca.



Dalam sambutannya, Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan berpesan kepada mahasiswa baru agar menjaga adab dan sopan santun serta mengikuti segala peraturan yang ada di kampus IAIN Parepare. "Ikuti semua pedoman akademik yang ada karena semua aktivitas perkuliahan utamanya mengikuti pedoman akademik dan kode etik IAIN Parepare," jelasnya.

Usai sambutan Rektor IAIN Parepare, para mahasiswa baru mengucap ikrar mahasiswa yang dipandu oleh salah seorang perwakilan mahasiswa baru. "Kami mahasiswa berkewajiban untuk menjunjung tinggi integritas akademik dalam melaksanakan kegiatan akademik," pimpin Muhammad Putra Ramadan, mahasiswa baru IAIN Parepare saat membacakan salah satu isi ikrar mahasiswa.

Selain itu, upacara tersebut juga dirangkaikan dengan pembukaan Penyegaran Baca al-Qur'an (PBQ) yang diikuti oleh mahasiswa baru khususnya mahasiswa yang belum fasih dalam membaca Al-Qur'an.





Fotografer: Muhammad Adri

 

 

Senin, 03 September 2018

Mahasiswa Baru Pascasarjana IAIN Parepare Ikuti Matrikulasi

IAIN Parepare --- Pembukaan matrikulasi Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dibuka secara resmi di ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare, Senin (03/09).



Peserta matrikulasi merupakan mahasiswa baru sebanyak 104 orang dari berbagai jurusan. Kegiatan yang dibuka oleh Muhammad Djunaidi selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan yang turut dihadiri pula Direktur Pascasarjana IAIN Parepare, Prof. Dr. H. Abd. Rahim Arsyad. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 03 sampai 18 September 2018.



Muhammad Djunaidi dalam sambutannya menjelaskan beberapa tujuan dilaksanakannya matrikulasi diantaranya matrikulasi dapat memberi pandangan dan pemahaman yang sama antar mahasiswa baru, memberikan dasar-dasar keilmuan dari sebuah program studi (Prodi), sebagai pertimbangan untuk melanjutkan Prodi tertentu serta membantu mahasiswa dalam memahami kurikulum dari sebuah prodi.

"Jadi dalam matrikulasi itu kita akan mendapatkan gambaran secara umum tentang disiplin ilmu yang akan kita tekuni dan penyetaraan mata kuliah terhadap mahasiswa baru," ungkap Muhammad Djunaidi sebelum membuka kegiatan.

[caption id="attachment_8730" align="alignnone" width="300"] Foto: Muhammad Djunaidi, M. Ag (Plt. Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kelembagaan)[/caption]

Sementara Ketua panitia Abd. Rahman K berharap agar peserta matrikulasi turut aktif dalam pelaksanaan. "Kita harapkan mahasiswa baru harus aktif karena memang bagian dari perkuliahan meskipun tidak memiliki SKS (Satuan Kredit Semester) tetapi secara keilmuan harus diikuti," ungkap Ketua panitia, Abd. Rahman K.

Perlu diketahui, kegiatan matrikulasi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sebelum dimulainya perkuliahan reguler. Kegiatan tersebut dikhususkan diikuti oleh mahasiswa baru Pascasarjana.

 

Sabtu, 01 September 2018

Mahasiswa Baru, Wajib Upload Scan Ijazah

Upload Scan Ijazah Mahasiswa Baru IAIN Tahun 2018
- Semua Mahasiswa Baru WAJIB meng-upload ijazah SLTA untuk keperluan data Forlap PDDIKTI
- Mahasiswa Baru yang tidak meng-upload ijazah tidak akan diberikan fasilitas akun wifi kampus dan sertifikat PBAK
- Hanya dibenarkan mengupload satu kali dengan data yang valid.
- Batas Waktu upload Ijazah pada hari Senin, 10 September 2018
- Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Staf Unit TIPD IAIN Parepare.

Untuk mengupload, klik link dibawah ini:

Upload Sekarang

PBAK: Lihat, Daftar Peserta Lulus

Silahkan klik link dibawah ini:

KelulusanPBAK2018

Pengumuman Hasil Placement Test Baca Al-Qur'an

Untuk melihat silahkan download dengan klik link di bawah ini:

Pengumuman Hasil Placement Test

Keterangan: bagi mahasiswa/i yang memperoleh nilai D agar mengikuti technical meeting di Mesjid Al Wasilah IAIN Parepare, setelah selesai upacara penyambutan mahasiswa baru (Senin, 03 September 2018).

 

Tutup PBAK, Rektor IAIN Parepare Harap Mahasiswa Proteksi Diri dari Radikalisme

IAIN Parepare--- Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare resmi ditutup oleh Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan (30/08).

Berlangsung di pelataran gedung zona akreditasi, kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari diikuti 1.832 mahasiswa. Namun, dalam laporan ketua panitia Dr. Hamdanah Said mengungkapkan adanya peserta yang tidak lulus dikarenakan kriteria penilaian yang tidak terpenuhi.

Dari keseluruhan jumlah peserta, sebanyak 1.786 orang dinyatakan lulus, 23 orang dinyatakan lulus bersyarat dan 23 orang yang dinyataan tidak lulus.

"Peserta yang dinyataan lulus bersyarat, diharapkan menghadap ke panitia dan akan mendapatan tugas tambahan," ungkap Ketua Panitia, Dr. Hamdanah Said.

Dr. Ahmad Sultra Rustan menjelaskan PBAK merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa khususnya mahasiswa baru. "Ini sebuah tradisi yang dilakukan oleh semua perguruan tinggi di manapun di Indonesia. Kalau khusus PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) kita memberikan nama PBAK," jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmad juga berpesan agar para mahasiswa menjaga serta memproteksi diri dari  kelompok-kelompok yang berpaham radikalisme. "Jangan sampai kita terperangkap dalam radikalisme. Indonesia sangat luar biasa, kita tidak mau Indonesia menjadi porak-poranda. Kita harus bersatu dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," tegasnya sebelum menutup kegiatan.

[caption id="attachment_8714" align="alignnone" width="300"] Foto Mahasiswa: Pose Anti Radikalisme[/caption]

Di akhir sambutan Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan mengajak mahasiswa untuk bernyanyi bersama dengan memilih judul lagu 'Kolam Susu' yang dipopulerkan oleh Koes Plus. Lagu tersebut menggambarkan Indonesia yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah ruah,  seakan lautan di tanah air Indonesia adalah susu yang menyegarkan, sumber stamina dalam melakukan aktivitas.

 

PBAK: Hadirkan Rektor UIN Sunan Kalijaga jadi Narasumber

IAIN Parepare--- Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menghadirkan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta  yakni Prof. K.H. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D sebagai narasumber.

[caption id="attachment_8703" align="alignnone" width="300"] Moderator: Nurhakki, S. Sos., M. Si[/caption]

Dengan membawakan materi moderasi dan radikalisme, hal ini sesuai dengan tema yang diusung oleh panitia PBAK 2018 yaitu Cerdas, Beradab, Istiqomah dan Anti Radikalisme.



Dalam materinya, Prof. Yudian Wahyudi memberikan pesan kepada mahasiswa IAIN Parepare agar berhati-hati terhadap kelompok-kelompok yang anti pada pancasila. "Kamu perhatikan kata-kata tentang thogut, kalau bid'ah tentang keagamaan kamu masih ok, tapi kalau bid'ahnya telah ke ranah ideologi politik, ini gejala. Kalau sudah mulai merendahkan perempuan, hati-hati kalau kamu diajak hanya pada bidang tertentu," ungkapnya (29/08).



Lebih lanjut, Prof. Yudian dengan tegas mengungkapkan tidak ada negara khilafah yang ada hanya khalifah yang ahli dibidangnya seperti para sarjana dalam bidang kedokteran, matematika, kimia maupun pada bidang lainnya.

"Kita harus tunduk pada hukum alam yang diciptakan oleh Allah swt. yang namanya sunnatullah, didalamnya ada hukum kemanusiaan. Nah ini yang harus digetarkan kembali pada mata kuliah kita. Itu yang disebut 'kembali kepada Al-Qur'an dan hadist'," jelas Prof. Yudian yang kini juga menjadi Presiden Asosiaasi Universitas Islam Se-Asia 2017/2019.



"Islam yang moderat itu adalah Islam mengakui dan memperkuat pancasila, Undang-undang Dasar 1945, kebhinekaan dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)"


Prof. K.H. Drs. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D (Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta)